Usai Stock Split, Saham BMRI Kembali Diskon! Beli Ga Nih?

Gedung Bank Mandiri

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI pada perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan. Tercatat, pada pukul 14:50 siang ini, saham BMRI berada diposisi Rp 5.075 atau melemah sebanyak Rp 100 (-1,93%).

Dengan demikian, sejak stocksplit di harga Rp 5.250 pada Selasa (4/4/2023) lalu, saham bank BUMN ini telah terdiskon hingga 3,33%.

Direktur Equator Swarna Capital, Hans Kwee mengungkapkan. penurunan saham BMRI termasuk hal yang wajar. Selain karena adanya sentimen negatif di pasar, saham BMRI juga tercatat telah melonjak cukup tinggi sebelum melakukan stock split.

“Kalau saya lihat penurunan terjadi karena saham BMRI telah mengalami penguatan cukup signifikan atau naik banyak (sebelum stock split), dan itu normal sih. Jadi penurunan yang terjadi saat ini bukan karena stock splitnya,” terang Hans, Senin (10/4/2023).

Ia pun memandang, saham BMRI sejauh ini masih sangat potensial dan layak beli untuk jangka panjang. Selain karena memiliki fundamental yang kuat, ia melihat prospek perbankan ke depan masih sangat menjanjikan. Hal itu terlihat dari kinerja rata-rata perbankan yang sampai saat ini masih tercatat positif.

“Saya lihat masih menarik ya, apalagi kita lihat kinerja bank rata-rata bagus semua,” terang Hans.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Kiwoom Sekuritas Indonesia Chang-Kun Shin. Menurutnya saham BMRI memang berada pada puncak tertingginya di harga Rp 5,000 – Rp 5,500 (setelah stock split). Sehingga sangat wajar jika ada koreksi awal.

Kendati demikian, ia meyakini kesuksesan stock split BMRI di 2017 masih bisa kembali terulang, mengingat BMRI memiliki fundamental yang sangat kuat.

Ia pun memproyeksikan saham BMRI ke depan bisa bangkit kembali menuju level Rp 6.500- Rp 7.500.

Potensi itu bisa tercapai karena menurutnya BMRI memiliki rasio keuangan yang sangat baik, dengan NIM lebih dari 5% dan laba bersih mencapai Rp 41 triliunan atau melejit sekitar 46% di 2022.

Disisi lain ia melihat price to book value (PBV) BMRI masih cukup rendah, sehingga potensi naik bisa mencapai antara 25% – 35%.

“Dengan alasan yang sederhana seperti Fundamental yang tetap berada trend positive, sangat memungkinkan BMRI dapat mengulang history kesuksesan yang telah terjadi sebelumnya. Saat ini mungkin ada koreksi wajar dari market terlebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan uptrend dikisaran Rp 6,500 – Rp 7,500,” jelasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*